Halal Tourism Symposium diadakan pada 23 Maret lalu di Auckland. Acara yang berlangsung satu hari ini bertujuan membantu operator pariwisata dalam memahami wisata halal. Sehingga lebih menarik turis dan pebisnis muslim ke Selandia Baru. Karena wisatawan akan merasa lebih santai dan diterima di sana.
"Sangat penting bagi industri pariwisata Selandia Baru untuk terus menjelajahi pasar-pasar baru. Sebagai contoh, Indonesia mempunyai sekitar 220 juta muslim dan salah satu negara dengan perkembangan ekonomi tercepat di dunia. Masyarakat Indonesia menghabiskan $7,2 juta untuk pariwisata pada tahun 2012, namun sedikit dari mereka pernah mengunjungi Selandia Baru," tutur Profesor Asad Mohsin, ahli pariwisata dari University of Waikato, seperti dilansir dari Scoop News (18/03/2015).
Mohsin menambahkan perlunya kesadaran lokal mengenai pariwisata halal. Namun masih ada banyak kesalahpahaman mengenai pariwisata halal di sana. Salah satu tantangan terbesar adalah mengajarkan ke operator pariwisata mudahnya memenuhi kebutuhan pengunjung muslim tanpa menghabiskan banyak uang.
Disamping informasi mengenai masjid, operator pariwisata nantinya perlu memberitahu pengunjung daftar kafe dan restoran yang menyajikan makanan halal. Mereka mungkin juga bisa mempertimbangkan acara makanan halal khusus perempuan, tambah Mohsin.
(odi/tan)










0 comments:
Post a Comment